Mukaddam : PPSP dan PANSIMAS Diharap Dampingi Kawasan Khusus Sulbar

0
160

[Ket.Foto : Tampak Acara yang Bertema Pemantapan Program Penanganan Kawasan Khusus dan Provinsi dan Kabupaten/Kota]

Mamuju, info BERITASATU – 10 oktober 2017 Bertempat diruang rapat kantor Gubernur Sulawesi Barat, bidang cipta karya dinas pekerjaan Umum dan Penataan ruang Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melakukan percepatan terhadap akselerasi pembangunan di sulawesi barat. Selaku provinsi yang tergolong muda, beberapa akselerasi percepatan pembangunan mutlak dilakukan. Termasuk didalamnya pembangunan sanitasi dan air minum sebagai universal acces untuk seluruh daerah Indonesia.

Demikian disampaikan Mukaddam M Saul Djadil, ST. M.Si saat membuka acara evaluasi dan pemantapan program tahun anggaran 2017. Disampaikan pula, bahwa program air minum,kawasan kumuh dan sistem sanitasi merupakan program unggulan bidang cipta karya. Sehingga dalam implementasinya,seluruh kekuatan dan peluang yang dimiliki, harus sinergis dan terintegrasi satu sama lainnya. Beberapa sumber pendanaan kami himpun,untuk kemudian dilakukan formula yang baik agar semua kegiatan terintegrasi satu sama lainnya. Itu kata kuncinya, menurut bapak yang punya pengalaman besar tentang keciptakaryaan dimulai sejak beliau bekerja di sulawesi selatan.

Selain itu, koordinasi terhadap para pengambil kebijakan harus lebih awal dilakukan. Karena pola lama tidak bisa dipakai lagi. Sistem top down harus dikombinasikan dengan sistem button up. Jika ini bisa kita lakukan, saya kira tidak berlebihan jika dikatakan bahwa cipta karya adalah ujung tombak pembangunan masyarakat sejahtera. Masyarakat bisa tumbuh dengan sehat jika punya sistem sanitasi nya baik. Kawasan tidak kumuh,serta tidak lagi membuang banyak waktu untuk mengambil air di kali atau sungai. Ini yang banyak terjadi di daerah kita, sehingga sistem yang terintegrasi adalah jawabannya.

Didampingi oleh Firman Mustari,SE dari Bappeda Provinsi Sulawesi Barat, serta Abunawar, ST dari ketua fasilitator pamsimas, serta ibu Eliwaty selaku pendamping dari
Program PPSP ini, masing-masing memberikan masukan terhadap pokja ampl yang hadir pada saat acara. Tentang bagaimana program ini perlu diteruskan pada level pengambil keputusan untuk kemudian membenahi wilayah kerja pokja.

Lebih lanjut dikatakan, “kita tidak dapat menyelesaikan persoalan ini dengan setengah-setengah saja dan tidak tepat sasaran. Monitoring dan kontroling dari pemerintah pusat harus kita tuntut. Terbukti di jaman yang serba instan ini,bisa kita libatkan melalui grup-grup di media sosial, sehingga hari perhari jam perjam dapat kita pantau hingga respon cepat juga bisa terjadi. Jangan menumpuk masalah apalagi memindahkan ke bidang lainnya. Ini banyak terjadi sebelumnya, dan ini tidak akan kita biarkan lagi”, tutupnya.

Acara ini dirangkaian setelah komunikasi dengan aparat pemerintah daerah kabupaten se Sulawesi Barat. Penentuan kawasan khusus masing-masing kabupaten telah diidentifikasi, untuk kemudian di formulasi dan akhirnya diklasifikasi sebagaimana wewenang kerja masing-masing kabupaten. Identifikasi kawasan khusus ini dilakukan sebagai masukan bagi tim penyusun RPJMD pemerintah provinsi Sulawesi Barat, tentunya melalui kajian strategis didalamnya. Pada saat acara,hadir juga beberala tenaga ahli yang telah dihearing oleh dinas pu dan penataan ruang sulbar. Bapak Baharuddin Koddeng mewakili Akademisi lerencanaan Tata Kota dari Universitas Hasanuddin. Sedangkan ibu DR. Naidah Naing yang juga selaku ketua jurus arsitektur universitas Muslin Indonesia di Makassar.

Beberapa usulan kawasan khusus telah disampaikan,tentunya yang dimasukkan sesuai wewenang dan tanggungjawab daerah. “Disampaikan saat membawa materinya, kawasan yang didesain sebagai kawasan khusus adalah memang kawasan yang mencerminkan identitas diri. Minapolitan misalnya,harus menyediakan fasilitas dari hulu ke hilir terkait kebutuhan pengelolaan laut kita. Orang yang berkunjung pun,akan mencari karakter identitas kawasan,apalagi ini adalah kawasan khusus yang menjadi unggulan daerah, begitu kuncinya.(FJ/BRT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here