Kompetisi Poster Sains Antariksa My Home in Space

0
38

SUARA HARAPAN – Pusat Peragaan IPTEK (PP-IPTEK) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) hari ini menggelar Kompetisi Poster Sains. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PP-IPTEK komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2018). Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap sains.

20180901_100520-300x300

Direktur PP-IPTEK Mochammad Syachrial Annas mengatakan, kompetisi poster sains ini merupakan lomba pembuatan poster antariksa untuk siswa SD berusia 8-11 tahun. ”Kompetisi sains antariksa ini mengambil tema My Home in Space atau Rumahku di Ruang Angkasa,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PP-IPTEK bekerja sama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA).

Kegiatan ini sebenarnya merupakan salah satu bagian dari Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) yang tahun ini akan diselenggarakan di Singapura bulan November mendatang. Jadi hasil poster yang dinobatkan sebagai juara I, II, dan III akan dikirim ke ajang APRSAF ke-25 untuk berkompetisi dengan poster-poster hasil karya peserta dari negara lain,” paparnya.

Disebutkan, setiap tahun peserta kompetisi poster sains antariksa ini terus meningkat, tahun lalu sekitar 130-an peserta, dan di 2018 ini meningkat menjadi 148 orang pelajar yang berasal dari 80 sekolah dasar di wilayah Jabodetabek.

“Kompetisi ini berguna untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap bidang sains pada umumnya, dan kecintaan terhadap alam semesta beserta isinya pada khsusnya, serta mewadahi bakat-bakat seni untuk lebih berkreasi dan berprestasi,” katanya.

Ia menambahkan, sejak 2010, hasil karya poster anak Indonesia selalu menempati posisi Juara Favorit dalam ajang APRSAF Poster Contest yang diselenggarakan di berbagai negara.

Sementara itu, sebagai juri Kompetisi Poster Sains ini, PP-IPTEK bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yaitu Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).

“Jadi jurinya punya kompetensi untuk bidang ini. Tahun lalu semua dari UNJ, dan 2018 ini kita coba lebih beragam, sehingga penilaiannya lebih bagus dari pada satu perguruan tinggi,” ungkapya. Selain kegiatan Kompetisi Poster Sains Antariksa masih banyak lagi peragaan dan program yang disajikan oleh PP-IPTEK kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengetahuan iptek masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here